Kamis, 01 Mei 2008
GURU BANGSA atau GURU SEKOLAH ?
Terpesona sekaligus tergelitik dengan kalimat iklan pada sebuah surat kabar dengan judul "Kepadamu Guru Bangsa,Kami Persembahkan ",ingin rasanya saya mengomentari kalimat tersebut,yang menurut pemahaman saya rasanya kok agak janggal. Mungkin saja maksud hati(pemasang iklan) ingin memberikan keringanan seringan-ringannya,atau semacam kompensasi atau boleh juga penghargaan atas dedikasi serta profesi guru yang sangat strategis dalam pembangunan di negeri ini. Terlepas benar tidaknya kalimat tersebut..,disini saya hanya ingin sedikit mengomentari tentang " esensi " dari kata 'Guru Bangsa' nya saja. Saya tahu dan sangat yakin iklan tersebut ditujukan kepada para pendidik atau guru sekolah pada umumnya.Tetapi kenapa harus menggunakan kata ' guru bangsa '? ,bukan "guru" saja? Rasa-rasanya kok terlalu berat beban atau status yang harus dipikul dan disandang oleh guru kita ini. Kenapa demikian ?Karena menurut pemahaman saya sebagai orang awam...,kalau kita menyebut 'guru bangsa'..,esensinya bukan ke arah sana ( guru sekolah ). Sepemahaman saya..,yang dimaksud "guru bangsa" adalah sosok atau figur,yang telah malang melintang dan kenyang merasakan pahit getirnya memimpin suatu bangsa.., memimpin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara...,sehingga nantinya apa bila sosok tersebut tidak jadi pemimpin lagi (karena usia lanjut dll.),pemimpin generasi berikutnya bisa berguru atau minta petuah padanya..,walau sosok ini tidak pernah jadi guru. Ini sangat sesuai dengan kalimat "TUT WURI HANDAYANI",yang menempel di pakaian seragam anak sekolah..., penggalan kalimat warisan dari seorang cendekiawan..,negarawan..,sekaligus bangsawan berdarah biru bernama RADEN MAS SUWARDI SURYANINGRAT, tokoh masyur dari balik tembok keraton NGAYOGYOKARTO HADININGRAT.Tentunya bagi para guru maupun murid di sekolah,tidak asing dengan tokoh yang satu ini..,sebab nama ini adalah nama asli dari bapak pendidikan kita KI HADJAR DEWANTORO,dengan karya monumentalnya adalah TAMAN SISWA,yang merupakan cikal-bakal adanya sekolah negeri..,sekolah bertaraf Nasional..,Regional maupun Internasional sekarang ini. KI HADJAR menitipkan pesan agung nan mulya..,untuk kita renungkan..,selanjutnya kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari..,khususnya pada para pemimpin kita.Inilah pesan selengkapnya: ING NGARSO SUNG TULODHO... .ING MADYO MANGUN KARSO....TUT WURI HANDAYANI....!!! Ing Ngarso Sung Tulodho, artinya :di depan pemimpin wajib memberi tulodho/ teladan.., ING MADYO MANGUN KARSO artinya:didalam membangun cita-cita bersama.., TUT WURI HANDAYANI artinya: di belakang yang tua memberi wejangan,pengetahuan,pengalaman,dan pengarahan. Jadi disini menurut pemahaman saya..,yang mestinya di sebut 'guru bangsa itu yaa.. sosok seperti Ir.SOEKARNO (alm)..., JENDERAL SOEHARTO (alm)...,DRS. MUHAMMAD HATTA (alm).., termasuk GUS DUR..,Profesor Doktor ROSLAN ABDULGANI (alm) dll. Tentang pesan KI HADJAR,telah termuat pada tulisan saya terdahulu ( Mei 2007), hanya sayang,sebelum sempat saya print,disket ketlisut naruh..,dan baru diketemukan(dengan tidak sengaja) pada akhir tahun 2007..,di saku jas kenang-kenangan almarhum bapak saya,sehingga sampai sekarang belum bisa sampai ke tangan pembaca. Akhirnya benar tidaknya tulisan ini Wallahu alam bisyawab. Wassalam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar