Minggu, 25 Mei 2008
BUAH SIMALAKAMA DI ERA REFORMASI
Bedug reformasi bertalu sepuluh tahun lalu...,semangat datang menggebu-gebu..,harapan baru muncul di setiap kalbu...," sabda alam" di harap datang menyiram negeri nan layu..,tetapi...,tetapi apa lacur...,bedug tinggalah bedug..,reformasi tinggalah sebuah kata indah yang hanya menghasilkan "bedug BBM"naik pangkat.Pembaca..,Bedug bikinan saya ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi,berisi kata reformasi,yang melahirkan sejuta asa...,sementara di sisi lain memuat BBM 'naik pangkat'..,yang bukannya melahirkan dua juta asa..,tapi Bedug yang hanya akan mempersingkat umur.Lho kok..? Iya..sebab setelah bedug BBM bertalu..,tiba gilirannya 'Bedug Sembako' (bedug terasi.,bedug kecap.,bedug ikan asin.,bedug minyak curah., bedug gula.,dan bedug-bedug yang lain) akan segera di tabuh,bukan hanya bertalu...,tapi bertalu-talu,artinya banyak "talu" nya. Sehingga akan bertambahlah penderita strok bin stres karena memikirkan kebutuhan hidup dan kehidupan yang tidak pernah mendekati kata "layak" di negeri yang konon kabarnya subur makmur..,gemah ripah loh jinawi..,toto tenterem kerto raharjo..,subur kang sarwo tinandur..., murah kang sarwo tinuku..(wis mumet ora kowe). Lha tapi ibarat sebuah perusahaan..,biar gedung mentereng,modal banyak..kalau sang Meneger tidak menguasai medan ya apa jadinya boss ! Inilah konsekwensi yang harus kita ( kelas kere ) pikul bersama atas pilihan kita. Kita kan sukanya barang yang baru..,termasuk pemimpin yang baru..,sehingga menurut pendapat saya pribadi,semenjak bedug reformasi di tabuh..,negeri ini tidak lebih hanya di jadikan bahan eksperimen oleh mereka yang merasa mampu jadi pemimpin.Syukur bisa sukses.., kalau tidak.. tidak apa.,yang penting sudah merasakan enaknya hidup sebagai pemimpin dengan segala fasilitasnya. sehingga pula banyak yang antri pingin merasakannya. Persis seperti judul film " GANTIAN DO..OONG "karya almarhum GEPENG. Di sisi lain,rakyat khususnya kelas 'kere' seperti yang nulis ini hanya di bikin spot jantung.,menanti 'sabda' pemimpin mengetokkan palu kebijakan. Ayo siapa lagi yang akan kita coba di 2009 ? Setiap ada pemilihan pemimpin, kita bagaikan dihadapkan pada buah " simalakama " Di makan Emak meninggal.., tidak di makan Bapak meninggal. Tidak memilih yaa bagaimana..,memilih yaa hanya begitu-begitu terus. Mudah di tebak. Benar tidaknya tulisan ini ,Wallahu Alam Bisyawab, Wassalam.
Senin, 12 Mei 2008
DIRGAHAYU NEGERIKU
Bulan Agustus 2008 masih 2 bulan 17 hari lagi terhitung dari tulisan ini di buat. Namun apa bila menyebut kata Agustus,ingatan saya secara otomatis tertuju pada kata'Dirgahayu'. Seuntai kata yang sangat indah..,dan dikala bulan Agustus tiba,kata tersebut cantik menebar,menghiasi gapura-gapura disetiap sudut gang..,gedung-gedung bertingkat maupun perkantoran-perkantoran serta mall-mall di seantero negeri. Tetapi yang jadi pertanyaan adalah..., sudah benarkah kita (bangsa) menempatkan kata 'dirgahayu' sebagai pengganti ucapan 'selamat ulang tahun',sehingga muncul kalimat-kalimat seperti; Dirgahayu RI ke...; Dirgahayu Polri ke....; Dirgahayu Telkom ke...; Dirgahayu Korpri ke....,tetapi tidak pernah ada kalimat Dirgahayu Supardi ke....; Dirgahayu Marwoto ke...! Saudaraku pembaca dimanapun tulisan ini bisa dibaca..,saya tidak tahu apakah kalimat-kalimat tsb.benar atau salah,sayapun juga tidak tahu siapa nama penemu kata 'dirgahayu' ini..,dan saya juga tidak pernah baca kamus bahasa Indonesia yang ada tulisan 'dirgahayu',sekaligus terjemahannya. Hanya saja..,naluri ke-Jawa-an saya seolah mendorong dan memerintahkan saya untuk mengorek dan menelisik.., ada apa sebenarnya di dalam 'raga' kata 'dirgahayu' ini. Kalau saya mulai langkah dengan melepas satu vokal ( i ) dan dua konsonan ( 'd' dan 'g' ),akan tersisa kata "Rahayu". Kalau tidak salah,kata 'rahayu' ini berasal dari bahasa Jawa yang artinya selamat (tidak ada gangguan).., atau lestari...atau langgeng (kekal). Nah,dengan gambaran seperti ini,saya berpendapat bahwa kata "dirgahayu"merupakan "pekik" yang mengandung do'a. Seperti kata "Merdeka". Sehingga pula akan lebih srek dan enak didengar apa bila kita (bangsa) mengucap " SELAMAT ULANG TAHUN POLRI KE ... DIRGAHAYU !!! atau " SELAMAT ULANG TAHUN RI. KE... DIRGAHAYU (semoga rahayu lestari dan langgeng keberadaanmu). Akan lebih bagus lagi kalau di belakang 'dirgahayu'ditambah kata atau nama institusi yang sedang ber ulang tahun,semisal; Dirgahayu Negeriku...; Dirgahayu Polri...;Dirgahayu TNI....; Dirgahayu Telkom dll..,yang semuanya didahului ucapan selamat ulang tahun ke...! Menurut pendapat saya pula..,kata "dirgahayu "bisa di ucapkan kapan saja..,tidak harus pada ulang tahun.Misalnya..,kita merasa aman karena kerja polisi sangat profesional,lantas kita berucap kepada polisi..," Terima kasih polisi, kalian telah bekerja profesional,sehingga kotaku aman"Dirgahayu Polisiku " atau "Terima kasih TNI,atas pengorbananmu meninggalkan keluarga..,sehingga negeri ini aman dari rongrongan pihak asing, Dirgahayu Tentaraku! Saya hanya bisa berdo'a semoga pada bulan Agustus yang akan datang,di kota Balikpapan utamanya tidak akan terpampang tulisan -dirgahayu ke... lagi. Menurut pengamatan saya pribadi selama saya tinggal di Balikpapan..,baru dua intitusi pemerintah yang sejalan dengan saya dalam memberikan ucapan ulang tahun kepada Republik ini..,yakni Pemkot Balikpapan,dengan ucapan " DIRGAHAYU INDONESIA " dan Markas Komando Daerah Militer v1 Tanjungpura..,dengan ucapan " DIRGAHAYU NEGERIKU " ,semoga ini bisa dipertahankan dan bisa dicontoh oleh institusi lain. Akhirnya benar dan tidaknya
Kamis, 01 Mei 2008
GURU BANGSA atau GURU SEKOLAH ?
Terpesona sekaligus tergelitik dengan kalimat iklan pada sebuah surat kabar dengan judul "Kepadamu Guru Bangsa,Kami Persembahkan ",ingin rasanya saya mengomentari kalimat tersebut,yang menurut pemahaman saya rasanya kok agak janggal. Mungkin saja maksud hati(pemasang iklan) ingin memberikan keringanan seringan-ringannya,atau semacam kompensasi atau boleh juga penghargaan atas dedikasi serta profesi guru yang sangat strategis dalam pembangunan di negeri ini. Terlepas benar tidaknya kalimat tersebut..,disini saya hanya ingin sedikit mengomentari tentang " esensi " dari kata 'Guru Bangsa' nya saja. Saya tahu dan sangat yakin iklan tersebut ditujukan kepada para pendidik atau guru sekolah pada umumnya.Tetapi kenapa harus menggunakan kata ' guru bangsa '? ,bukan "guru" saja? Rasa-rasanya kok terlalu berat beban atau status yang harus dipikul dan disandang oleh guru kita ini. Kenapa demikian ?Karena menurut pemahaman saya sebagai orang awam...,kalau kita menyebut 'guru bangsa'..,esensinya bukan ke arah sana ( guru sekolah ). Sepemahaman saya..,yang dimaksud "guru bangsa" adalah sosok atau figur,yang telah malang melintang dan kenyang merasakan pahit getirnya memimpin suatu bangsa.., memimpin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara...,sehingga nantinya apa bila sosok tersebut tidak jadi pemimpin lagi (karena usia lanjut dll.),pemimpin generasi berikutnya bisa berguru atau minta petuah padanya..,walau sosok ini tidak pernah jadi guru. Ini sangat sesuai dengan kalimat "TUT WURI HANDAYANI",yang menempel di pakaian seragam anak sekolah..., penggalan kalimat warisan dari seorang cendekiawan..,negarawan..,sekaligus bangsawan berdarah biru bernama RADEN MAS SUWARDI SURYANINGRAT, tokoh masyur dari balik tembok keraton NGAYOGYOKARTO HADININGRAT.Tentunya bagi para guru maupun murid di sekolah,tidak asing dengan tokoh yang satu ini..,sebab nama ini adalah nama asli dari bapak pendidikan kita KI HADJAR DEWANTORO,dengan karya monumentalnya adalah TAMAN SISWA,yang merupakan cikal-bakal adanya sekolah negeri..,sekolah bertaraf Nasional..,Regional maupun Internasional sekarang ini. KI HADJAR menitipkan pesan agung nan mulya..,untuk kita renungkan..,selanjutnya kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari..,khususnya pada para pemimpin kita.Inilah pesan selengkapnya: ING NGARSO SUNG TULODHO... .ING MADYO MANGUN KARSO....TUT WURI HANDAYANI....!!! Ing Ngarso Sung Tulodho, artinya :di depan pemimpin wajib memberi tulodho/ teladan.., ING MADYO MANGUN KARSO artinya:didalam membangun cita-cita bersama.., TUT WURI HANDAYANI artinya: di belakang yang tua memberi wejangan,pengetahuan,pengalaman,dan pengarahan. Jadi disini menurut pemahaman saya..,yang mestinya di sebut 'guru bangsa itu yaa.. sosok seperti Ir.SOEKARNO (alm)..., JENDERAL SOEHARTO (alm)...,DRS. MUHAMMAD HATTA (alm).., termasuk GUS DUR..,Profesor Doktor ROSLAN ABDULGANI (alm) dll. Tentang pesan KI HADJAR,telah termuat pada tulisan saya terdahulu ( Mei 2007), hanya sayang,sebelum sempat saya print,disket ketlisut naruh..,dan baru diketemukan(dengan tidak sengaja) pada akhir tahun 2007..,di saku jas kenang-kenangan almarhum bapak saya,sehingga sampai sekarang belum bisa sampai ke tangan pembaca. Akhirnya benar tidaknya tulisan ini Wallahu alam bisyawab. Wassalam.
Jumat, 25 April 2008
U K A - U K A....
Andai saja aku jadi pemimpin...,andai saja aku jadi juragan...,andai saja aku jadi Presiden..,tidak akan bahkan tidak mungkin aku akan mengganti anak buah yang kinerjanya sangat baik dan sungguh-sungguh macam KPK ,baik secara kelembagaan,maupun perorangan.Sebagian orang memang bilang..,KPK kinerjanya tebang pilih. Memang benar tebang pilih. Tetapi ada baiknya yang ngomong demikian menengok sejenak dan bertanya pada diri sendiri..,siapa yang di urusi atau yang ditangani lembaga yang satu ini. Dan apa dampaknya apa bila di tebang semua. Yang jelas,penjara di negeri ini tidak akan muat menampung hasil kerja KPK. Kenapa ? Karena yang ditangani KPK rata-rata berbadan tinggi besar..,berperut buncit. Sementara mereka tidak bersedia dicampur dengan para maling sendal yang badannya kurus kering,dengan alasan 'k e a m a n a n'. Disamping harus tersedia ruang yang cukup,sebagai persediaan para pendukungnya,sewaktu-waktu mereka bezuk "boss"nya. Memang inilah perbedaan antara "maling bertato" dengan "maling berdasi". Mereka(nara pidana berdasi) tetap bisa tertawa terkekeh-kekeh..,masih sempat memasang wibawa(walau agak dipaksakan),padahal secara moral..,mereka amatlah nesta,sama dengan si maling sendal tadi. Kenapa negeri yang subur makmur ini masih bahkan makin bertambah banyak maling berdasi??? Yah...karena seberapapun banyaknya yang dimaling...,paling-paling ganjarannya dua tahun penjara. Kalau lebih dari dua tahun berarti musibah. Bahkan ada yang bisa di "tutup buku" perkaranya asal mau ngasih imbalan seperti yang di lakukan si " gatoloco" URIP TRI GUNAWAN si oknum jaksa sialan yang terima suap dari 'begajul' bernama SAMSUL NURSALIM,dengan dalih bisnis 'bekicot'..eh...permata. Eh..eh sejak kapan penduduk pri bumi punya jiwa dan naluri bisnis. Lha wong kita ini bakat dan jiwa pekerja bayaran kokmas..,tapi gaya hidup 'nyengkok' pengusaha sukses. Inilah fenomena yang terjadi pada UKA- UKA di negeri subur makmur ini. Harus secara kantan kita akui. Wassalam
OH...,PANGERANKU...,
Suara masih nyaring terngiang..,gambaran masih jelas terpampang..,itulah sebuah lakon yang dipertontonkan oleh seorang "pangeranku"(baca:pemimpinku) dari "Sasono Inggil"komplek senayan(baca:gedung DPR)..,dialah "pangeran agung" YAHYA ZAINI..,seorang tokoh besar pada sebuah partai politik nasional..,sekaligus seorang 'wakil rakyat' penghuni komplek SENAYAN yang konon kabanya penghuninya merupakan insan-insan terhormat. Ditengah-tengah rakyat kelas 'kere' pada sibuk membentuk 'deret ukur'demi dua liter minyak tanah..,justru salah satu 'pangeranku' unjuk gigi mempertontonkan perbuatan bejatnya dengan seorang perempuan bernama 'diah ayu' MARIA EVA..,berupa rekaman gambar pornonya disebuah kamar sewaan yang tidak bisa disebut murah. Duh pangerankuYAHYA ZAINI...,masih kurangkah penderitaan rakyatmu ini , sehingga kau ikut nimbrung menambah pedih perasaan ini dengan ulah bejatmu?Pemimpin merk apa kau YAHYA? Yang bikin miris sekaligus ironi wahai YAHYA...,bahwa rekaman perbuatan mesum sekaligus bejatmu telah menyebar dan menempel di HP para generasi muda pelajar calon penerus bangsa. Padahal YAHYA...,dalam struktur organisasi di tubuh partaimu,kau menjabat sebagai Ka. Bag. Bintal..,yang kalau tidak salah adalah singkatan dari Kepala Bagian Pembinaan Mental.Lantas pertanyaannya adalah..,Kau ini pembina mental...atau perusak mental wahai YAHYA..?? Duh pangeran..,mimpi apa kau semalam naaak...?Inikah gambaran seseorang pemangku tahta yang bergelimang harta..? Duh pangeran..,seandainya separuh saja dari pemimpin negeri ini bertingkah seperti kau...,akan jadi apa negeri ini YAHYA..? Untung istrimu termasuk pecinta harta...,kalau tidak,mungkin sudah minggat dari kemarin-kemarin atas ulahmu.
Sabtu, 19 April 2008
SYUKUR
Puji syukur kehadlirat Mu yaa Robb..,atas hidayah serta inayah Mu..,melalui tangan -tangan trampil serta pikiran yang sangat moncer para tetanggaku..,Kau telah memberikan jalan ilmu padaku dan keluargaku. Sekali lagi puji syukur kami sekeluarga untuk Mu yaa Robb.
Assalamu'alaikum saudaraku di seluruh tanah persada..,sungguh bak mimpi disiang bolong..,bahwa saya bisa bersanding dengan perangkat canggih yang bernama 'internet',mengingat saya yang hanya titah swantah(rakyat jelata),yang dalam kesehariannya hanyalah seorang tukang ojek di pojok pasar,pengumpul uang receh,demi kelangsungan sekolah anak-anak saya. Ini semua bisa terjadi berkat ketulusan hati seorang tetangga ,yang ingin berbagi rasa..,berbagi ilmu dengan para tetangga khususnya,dan masyarakat pada umumnya.Dialah pembawa kabar gembira untuk kami para tetangga,yang kabar tersebut datang dari PT TELKOM dengan program 'Speedy Internet nya'. Untuk itu,ucapan terima kasih yang tulus saya sekeluarga sampaikan kepada Bapak Ir. Sentot Prasasto,yang telah dengan ikhlas membimbing saya untuk mengenal tehnologi canggih yang bernama 'internet. Tidak bosan-bosannya Bapak ini membimbing saya untuk dari membuat identitas diri di internet,sampai hal-hal yang dirasa agak sulit. Boleh dikata saya ini tinggal terima bersih saja. Mau baca apa saja telah disediakan oleh Bapak ini. Perlu pembaca ketahui..,sebelum menyambung internet,saya berlangganan koran Tribun Kaltim,yang perbulannya Rp.55.000. Setelah nyambung internet,saya benar-benar di manjakan oleh Bapak Sentot,sebab,disamping bisa baca Tribun Kaltim,aneka koran terbitan Ibukota pun bisa saya baca.Yang mengesan kan saya,saya kembali bisa ketemu lagi dengan majalah favorit saya,yakni INTISARI,majalah mungil,namun sangat berbobot,yang saya sukai semenjak sekolah dulu,dan tidak jarang uang SPP berbelok ke majalah ini selagi slempitan uang jajan saya belum cukup.Disamping saya juga pecandu majalah Tempo,sehingga ikut bersedih,ketika Tempo di 'brendel' oleh makhluk bernama 'Harmoko',dan ketika Tempo menggugat,dan dinyatakan menang oleh Pengadilan Tata Usaha Negara,majalah ini membawa korban. Sumadikun Mangkudilogo SH,sang hakim pemutus di pecat sebagai hakim PTUN.Belakangan mantan hakim PTUN ini namanya muncul kembali sebagai kandidat pengganti Jaksa Agung. Benarkah ? Bisa jadi! Karena sosok ini tegas dan berani melawan arus. Saudara pembaca..,kembali ke masalah internet ...,setelah saya menyambung internet atas bimbingan Bapak Sentot Prasasto..,boleh dikata saya ini ibarat pepatah"Sekali Merengkuh Dayung..,Empat Lima Pulau Terlampaui ",artinya,selain saya bisa menyediakan media belajar untuk anak-anak saya,saya juga tetap bisa meneruskan hobi saya membaca,disamping bisa kembali mendengarkan siaran radio-radio dari tanah Jawa,tanah kelahiran saya. Pendek kata,saya sekarang punya perpustakaan mini,yakni dilayar computer,dengan hanya mengeluarkan ongkos Rp.45.000/bulan,sungguh harga yang sangat murah untuk ukuran sambungan internet di jaman yang serba mahal ini. Sedang saya harus mengeluarkan ongkos +- Rp.500.000 setiap semester,hanya untuk +-8 biji buku cetak yang tidak bisa dibilang tebal.Masalah adanya kekhawatiran sebagian orang tua yang tidak mau nyambung internet,karena punya anak remaja, dan takut akan situs porno, itu hak mereka,saya tak akan mengomentari. Yang jelas niat saya,lillaahi ta'ala menyediakan media belajar anak-anak saya,agar supaya tidak gagap tehnologi,disamping sekarang sering ada PR yang oleh guru disuruh cari di internet. Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Ir. Sentot Prasasto beserta Ibu Ir. Novi...(waduh lupa belakangnya ),yang telah merelakan sebagian ruang kediamannya untuk dijadikan ruang penerima sekaligus pemancar Speedy Internet,teriring do'a semoga Alaah Ilaahi Robbi akan memudahkan segala urusan Bapak,Ibu sekeluarga,Amin Yaarobbal 'Alamiin. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada sdr Budi Haryanto atas bantuannya setiap saya menemui kesulitan Wassalam
Assalamu'alaikum saudaraku di seluruh tanah persada..,sungguh bak mimpi disiang bolong..,bahwa saya bisa bersanding dengan perangkat canggih yang bernama 'internet',mengingat saya yang hanya titah swantah(rakyat jelata),yang dalam kesehariannya hanyalah seorang tukang ojek di pojok pasar,pengumpul uang receh,demi kelangsungan sekolah anak-anak saya. Ini semua bisa terjadi berkat ketulusan hati seorang tetangga ,yang ingin berbagi rasa..,berbagi ilmu dengan para tetangga khususnya,dan masyarakat pada umumnya.Dialah pembawa kabar gembira untuk kami para tetangga,yang kabar tersebut datang dari PT TELKOM dengan program 'Speedy Internet nya'. Untuk itu,ucapan terima kasih yang tulus saya sekeluarga sampaikan kepada Bapak Ir. Sentot Prasasto,yang telah dengan ikhlas membimbing saya untuk mengenal tehnologi canggih yang bernama 'internet. Tidak bosan-bosannya Bapak ini membimbing saya untuk dari membuat identitas diri di internet,sampai hal-hal yang dirasa agak sulit. Boleh dikata saya ini tinggal terima bersih saja. Mau baca apa saja telah disediakan oleh Bapak ini. Perlu pembaca ketahui..,sebelum menyambung internet,saya berlangganan koran Tribun Kaltim,yang perbulannya Rp.55.000. Setelah nyambung internet,saya benar-benar di manjakan oleh Bapak Sentot,sebab,disamping bisa baca Tribun Kaltim,aneka koran terbitan Ibukota pun bisa saya baca.Yang mengesan kan saya,saya kembali bisa ketemu lagi dengan majalah favorit saya,yakni INTISARI,majalah mungil,namun sangat berbobot,yang saya sukai semenjak sekolah dulu,dan tidak jarang uang SPP berbelok ke majalah ini selagi slempitan uang jajan saya belum cukup.Disamping saya juga pecandu majalah Tempo,sehingga ikut bersedih,ketika Tempo di 'brendel' oleh makhluk bernama 'Harmoko',dan ketika Tempo menggugat,dan dinyatakan menang oleh Pengadilan Tata Usaha Negara,majalah ini membawa korban. Sumadikun Mangkudilogo SH,sang hakim pemutus di pecat sebagai hakim PTUN.Belakangan mantan hakim PTUN ini namanya muncul kembali sebagai kandidat pengganti Jaksa Agung. Benarkah ? Bisa jadi! Karena sosok ini tegas dan berani melawan arus. Saudara pembaca..,kembali ke masalah internet ...,setelah saya menyambung internet atas bimbingan Bapak Sentot Prasasto..,boleh dikata saya ini ibarat pepatah"Sekali Merengkuh Dayung..,Empat Lima Pulau Terlampaui ",artinya,selain saya bisa menyediakan media belajar untuk anak-anak saya,saya juga tetap bisa meneruskan hobi saya membaca,disamping bisa kembali mendengarkan siaran radio-radio dari tanah Jawa,tanah kelahiran saya. Pendek kata,saya sekarang punya perpustakaan mini,yakni dilayar computer,dengan hanya mengeluarkan ongkos Rp.45.000/bulan,sungguh harga yang sangat murah untuk ukuran sambungan internet di jaman yang serba mahal ini. Sedang saya harus mengeluarkan ongkos +- Rp.500.000 setiap semester,hanya untuk +-8 biji buku cetak yang tidak bisa dibilang tebal.Masalah adanya kekhawatiran sebagian orang tua yang tidak mau nyambung internet,karena punya anak remaja, dan takut akan situs porno, itu hak mereka,saya tak akan mengomentari. Yang jelas niat saya,lillaahi ta'ala menyediakan media belajar anak-anak saya,agar supaya tidak gagap tehnologi,disamping sekarang sering ada PR yang oleh guru disuruh cari di internet. Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Ir. Sentot Prasasto beserta Ibu Ir. Novi...(waduh lupa belakangnya ),yang telah merelakan sebagian ruang kediamannya untuk dijadikan ruang penerima sekaligus pemancar Speedy Internet,teriring do'a semoga Alaah Ilaahi Robbi akan memudahkan segala urusan Bapak,Ibu sekeluarga,Amin Yaarobbal 'Alamiin. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada sdr Budi Haryanto atas bantuannya setiap saya menemui kesulitan Wassalam
Langganan:
Postingan (Atom)
